JAKARTA. Teramat mudah mencari masakan instan semacam fast food di kota besar seperti Jakarta. Tak hanya berada di pusat perbelanjaan saja, restoran cepat saji ini berjibun di tiap sudut kota.
Nah, apabila berharap mengudap masakan yang sedikit berbeda, cobalah mencicipi menu dengan konsep masakan organik. Salah satunya adalah Warung Daun milik Hariyanto Prayitno.
Hari, panggilan akrab Hariyanto Prayitno mulai membuka restoran untuk pertama kalinya pada tahun 2003. Awalnya, masakan yang disajikan khusus masakan sunda saja. Misalnya gurame bakar dan sayur asem sunda, plus sambal lalapan.
Bapak tiga anak ini mulai mengubah racikan masakan yang disajikan menjadi olahan organik. Sejak 2005, semua olahan masakan ini menanggalkan beragam bahan yang dianggap tidak alami semacam zat pengawet atau MSC.
Menu Sunda Masih andalan
Banyaknya persaingan warung sunda di Jakarta ini membuat hari mulai memutar otak. Tak hanya sajian masakan sunda menjadi menu utama, makanan khas daerah lain seperti Gorontalo, Samarinda, dan Madura. “Kami beralih menyediakan masakan indonesia,” terang pria kelahiran Surabaya ini.
Seiring dengan waktu, Hari sebulan lalu membuka cabang warung Daun ketiga. Lokasinya di daerah elit ibu kota ini, Jl. Cikini Raya No. 26 Menteng. Tepat di depan pintu masuk lokasi Taman Ismail Marzuki (TIM).
Warung ini cukup lebar, berdiri atas lahan seluas 100 m2. Sekitar 20 meja disediakan dengan jumlah kursi berkisar antara empat hingga enam kursi untuk satu meja makan. Warung Daun ini juga menyediakan meja di luar ruangan. Totalnya mampu memuat 100 orang.
Menu yang disajikan Warung daun ini cukup beragam. Hidangan pembuka seperti lumpia ayam rebung, tempe & tahun goreng dan cumi goreng tepung. Sedangkan untuk hidangan hidangan utama dapat dipilih berdasarkan lauk pauk yang berasal dari ikan, daging dan ayam. Misalnya saja ikan gurame goreng atau bakar, udang gala, cumi untuk lauk yang berasal dari ikan.
Sedangkan sate maranggi, empang daging, dan oseng daging cabe hijau mewakili lauk dari daging. Untuk olahan lauk dari ayam bisa dilakukan dengan dengam bakar dan goreng, plus sate ayam.
Sesuau konsepnya yang mengandaklan organik, Warung Daun ini juga menyediakan beragam sayuran. Sebut saja tumis genjer, kangkung polos dan toge ikan asin.
Sedangkan untuk menumin, Warung daun ini tak memiliki menu andalan. Beragam minuman seperti es cendol, teh poci, es tape ketan dan es kelapa muda jeruk medan.
Dari menu makanan tersebut, Warung milik Hari ini mengandalkan racikan Gurema Saus Mangga dan nasi liwet sunda. Tak luput sambel ngebul menjadi satu paket. “Masakan ini banyak dicari,” kata Hari.
Rasa olahan ini seperti lazimnya masakan Gurame saus. Bedanya, Gureme olahan milik Hari ini ditaburi irisan kecil-kecil buah Mangga yang berasal dari daerah Indramayu. Rasanya sekidit rame dengan aroma buah mangga. Khusus sambal beralaskan cobek kecil, aroma terasi terasa menyengat disertai kebulan asap pertanda baru saja dianggakat dari tungku perapian.
Untuk mencicipi masakan di Warung Daun ini, harga yang dipatok bervariatif. Berkisar Rp 20 ribu untuk hidangan pembuka dan Rp 65 ribu untuk makan besar alias menu utama
Nekat Masuk Wilayah Menteng
Hobi makan kadang bisa membuat peruntungan hidup. Begitu juga dengan perjalanan hidup Hariyanto Prayitno Pemilik Perusahaan PT Kriya Mandiri Rasa dengan restoran bernama Warung Daun.
Melepas status sebagai karyawan di Pabrik Pupuk Kaltim pada tahun 1999, hari banting setir membuka Warung Daun pada tahun 2003. “Sejak muda, makan adalah salah satu hobi saya,” kata Hariyanto
Awalnya, warung ini pertama kali berdiri di Jl. Wolter Mongonsidi, Kebayoran dan selanjutnya berlokasi warung kedua di Jl Pakubuwono. Setelah merasa cukup punya modal nama, Hari, begitu panggilan akbab Hariyanto Prayitno membuka cabang di Menteng, sebulan yang lalu.
Saat menentukan Menteng menjadi lokasi selanjutnya. Bagi bapak tiga anak ini nekat investasi besar-besaran untuk restoran lebih dari Rp 2,5 milyar hanya untuk biasa sewa selama lima tahun. “Modalnya nekat saja, belum tentu bisa balik modal ,” katanya.
Kendati nekat, Hari sudah memperhitungkan secara matang siapa saja yang menjadi target pasar restoran yang baru dibukanya sebulan Selain, kalangan karyawan perusahaan yang ada disekitar Menteng, Ia juga membidik kalangan pekerja pemerintahan. “Lokasi usaha menjadi pertimbangan utama untuk berbisnis. Keduanya memiliki hubungan erat prospek dan keberhasilan bisnis,” terang Hari bak filsuf.


