Merantau untuk mengadu nasib di negeri orang memang terasa berat. Meredam kerinduan terhadap keluarga dilakukan demi mengais rupiah. Tak hanya itu, sang pandatang juga berpuasa menyantap makanan masakan asli dari kampung halaman.
Kali ini PELANCON sedikit mengurai masakan asli dari Jawa Timur. Bagi pendatang asal Jawa Timur dipastikan mengenal nasi Nasi Rawon, masakan khas ini bisa disantap kapan saja, pagi hingga malam hari.
Salah satunya adalah nasi Rawon Setan mbak Endang. Warung yang kini sudah dikelola secara modern dengan mengunakan sistem waralaba sudah mulai bermunculan di Jakarta. Saat ini tercatat terdapat tuju warung yang berlokasi yang berbeda. Sebut saja daerah kelapa gading, pluit, kemang, Kedoya dan Tebet.
Yanti Indrianti, pengelola nasi rawon Setan mbak Endang menuturkan bahwa warung yang berlokasi di Tebet ini adalah cabang kedua. Dan baru buka kurang lebih tiga bulan yang lalu. Warung yang pertama ini berada di Pluit, Jakarta Utara sudah dua tahun silam.
Layaknya nasi rawon biasa, Warung Setan ini berwarna hitam kecoklatan. Warna ini berasal dari kluwek yang sering dipakai untuk bumbu masak yang bisa dimanfaatkan sebagai bahan pewarna.”Kluwak ini merupakan bumbu wajib dari masakan rawon,” ujar Yanti.
Warung ini menyediakan empat menu utama, rawon campur, rawon pisah dan rawon spesial sop iga. Selain itu, warung ini juga melayani nasi rawon campur yang terdiri dari telur daging dan tahu, serta rawon krengsengan yang terdapat tambahan paru dan empal.
Untuk menyantap rawon setan ini relatif murah. Nasi rawon ini di jual bervariasi antara Rp 12.000 hingga Rp 25.000.
Warung milik Hero Ghozali, buka setiap hari. Hari biasa, warung yang berada pinggir jalan Dr. Satrio ini buka mulai jam 09.00 hingga 03.00 pagi. Dan khusus bulan puasa mulai jam 10 pagi hingga 04.00 pagi,
Mengelola dua tempat sekaligus, Yanti tidak bekerja sendirian. Sebanyak 30 orang karyawan berkerja di dua tempat berbeda. Mereka dibagi menjadi dua shift. Yanti menceritakan saban hari dua warungnya menghabiskan 80 kg daging sapi, 5 kg empal dan 5kg paru yang habis berpindah ke perut pelanggan.
Warung ini berdiri di tanah seluas sekitar 60 meter2. Meja yang disediakan sebanyak 20 meja dan mampu menampung sebanyak 150 orang.
BOX : Tak Jual kemenyan
Mendengar nama setan, tentu terlintas di benak kita adalah segala sesuatu yang berbau magis. Misalnya bunga, kemenyan, dupa dan berada di keremangan malam.
Untungnya, Warung Rawon Setan mbak Endang ini tak seperti yang diduga, kalau tidak maka pelanggan bakalan tak bersedia menyantap masakan warung ini. Selain cukup bersih, puluhan foto artis seperti Rossa, Endin, dan Tukul menghiasi terpasang di berbagi sudut warung.
Disebut setan karena warung ini semula baru buka tengah malam, yakni pukul 23.00 dan tutup pukul 03.00. Warung ini dulu biasa melayani anak muda yang baru pulang dari go skate atau kafe di hotel–hotel di sepanjang Jalan Embong Malang. Seiring dengan waktu, peminat masakan ini tak hanya di malam hari saja


